Bakteri Pengurai Limbah - Microbac​

Bakteri Pengurai Limbah – Microbac merupakan booster yang terdiri dari miliaran bakteri dari berbagai macam jenis bakteri yang berfungsi untuk mengatasi masalah pada limbah. Bakteri ini berfungsi membantu mengatasi masalah limbah cair pada Gedung, Apartemen, Hotel, Restoran, Klinik, Rumah Sakit, septic tank, pabrik dan limbah cair pengolahan minyak sawit.

Microbac terdiri dari Bakteri Prebiotik Aerob, Bakteri Prebiotik Anaerob, Bakteri Prebiotik Amoniak.

Mengapa harus Microbac?

  • Bakteri Microbac adalah kombinasi bakteri aktif siap pakai (tak perlu aktifasi)
  • Menekan populasi bakteri patogen (bakteri jahat) dalam kolam limbah
  • Cepat menghilangkan bau pada limbah
  • Menurunkan kandungan Amonia, COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand), serta phospat limbah
  • Menjaga dan menstabilkan pH air limbah
  • Aman untuk manusia dan lingkungan karena terbuat dari 100% bahan-bahan organik

Pentingnya MICROBAC untuk limbah Anda

Jenis Bakteri Pengurai
  • Bakteri Microbac sebagai bakteri pengurai sangat berperan penting dalam menurunkan parameter pencemar air limbah seperti COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand), phospat, minyak dan lemak
  • Dapat diaplikasikan pada semua proses pengolahan limbah, termasuk pre-treatment di Grease Trap, Sawage Treatment Plan (STP) dan Waste Water Treatment (WWTP)
  • Berbentuk cairan coklat dengan kandungan miliaran bakteri dan dengan bau yang khas
  • Kandungan Microbac antara lain Aerobacter, Nitrosomonas, Saccharomyces dll
  • Mengurangi bau dengan relatif cepat dalam waktu 24 jam
  • Mengurangi dan mengurai penumpukan lemak dan minyak dalam Grease trap
  • Menjaga kestabilan pH air limbah, bekerja di rentan pH 5,5 s/d 9, optimal bekerja di pH 7.5
  • Standar kemasan : jerigen 1 liter

Jenis Bakteri

  • Bakteri Probiotik Aerob adalah bakteri probiotik murni (bersifat menguntungkan) dan bersifat aerob (hidup dalam kondisi yang banyak oksigen, minimal 2,5 ppm) dan dapat menguraikan bahan-bahan organik yang beracun (limbah) menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan dan menghilangkan bau limbahnya.
  • Agar bakteri bekerja secara optimal, IPAL harus terdapat aerasi yang baik agar dapat mensuplai oksigen yang cukup dan stabil dengan oksigen terlarut 2,5 ppm dan pH air 6,5 – 8,0. Sistem aerasi dapat menggunakan aerator atau blower.
  • Hindari penggunaan zat kimia yang dapat membunuh bakteri seperti karbol, lysol, sianida betalaktam, formaldehyde, arsen.
  • Hindari produk dari sorot sinar matahari langsung dan panas langsung.

Bakteri Aerob bisa digunakan untuk limbah domestik, yaitu :

  • Bakteri Pengurai Limbah Aerob untuk Rumah Sakit
  • Bakteri Pengurai Limbah Aerob untuk Apartemen
  • Bakteri Pengurai Limbah Aerob untuk Mall
  • Bakteri Pengurai Limbah Aerob untuk Hotel

Anjuran Umum :

  1. Saat penyimpanan Microbac Aerob, hindari kontak langsung dengan sinar matahari dan tutup yang rapat setelah digunakan.
  2. Apabila suatu saat mendapati botol Microbac Aerob yang menggembung, cukup dibuka tutup botolnya selama beberapa saat untuk menghilangkan gasnya akibat aktifitas bakteri atau bisa langsung digunakan.
  3. Hindari pemakaian za-zat yang dapat mematikan bakteri seperti garam konsentrasi tinggi, karbol, lysol, sianida, betalaktam, formaldehyde, iodium, dll.
  4. Masa kadaluarsa Microbac Aerob adalah 1 tahun sejak tutup botol dibuka.
  • Bakteri Probiotik Anaerob adalah bakteri yang berkembang biak tanpa membutuhkan udara atau Oksigen (O2) untuk hidup. Dengan kata lain bakteri ini dapat hidup dan berkembang biak tanpa terkontaminasi udara bebas. Bila terdapat oksigen, bakteri akan mati.
  • Microbac Anaerob adalah bakteri probiotik murni (bersifat menguntungkan) dan bersifat aerob (hidup dalam kondisi yang tidak banyak oksigen, dibawah 2,5 ppm) dan dapat menguraikan bahan-bahan organik yang beracun (limbah) menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan dan menghilangkan bau limbahnya.
  • Hindari penggunaan bahan kimia anti bakteri seperti karbol, lysol dan sejenisnya karena akan membunuh bakteri.
  • Hindari produk dari sorot sinar matahari langsung dan panas langsung.
  • Mengurangi biaya pemakaian asam/basa karena bakteri ini dapat bekerja di rentang pH 4-10 dan bakteri ini juga dapat bekerja pada air limbah yang memiliki kandungan klorin <=3 ppm.
  • Mengurangi lumpur (sludge) secara signifikan yang biasa ada di dasar bak limbah.

Bakteri Anaerob bisa digunakan untuk limbah domestik, yaitu :

  • Bakteri Pengurai Limbah Anaerob untuk Rumah Sakit
  • Bakteri Pengurai Limbah Anaerob untuk Apartement
  • Bakteri Pengurai Limbah Anaerob untuk Mall
  • Bakteri Pengurai Limbah Anaerob untuk Hotel

Anjuran Umum :

  • Saat penyimpanan Microbac, hindari kontak langsung dengan sinar matahari dan tutup yang rapat setelah digunakan.
  • Apabila suatu saat mendapati botol Microbac yang menggembung, cukup dibuka tutup botolnya selama beberapa saat untuk menghilangkan gasnya akibat aktifitas bakteri.
  • Hindari pemakaian zat-zat yang dapat mematikan bakteri seperti garam konsentrasi tinggi, karbol, lysol, sianida, betalaktam, formaldehyde, iodium, dll.
  • Masa kadaluarsa Microbac adalah 1 tahun sejak tutup botol dibuka.

Aplikasi Bakteri MICROBAC

Bakteri Aerob

Manfaat :

  1. Menguraikan limbah organik (lemak, protein, karbohidrat, kandungan amoniak dan nitrit, dll) secara biologis menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan.
  2. Menghilangkan bau pada limbah organik secara biologis.
  3. Menurunkan nilai COD, BOD, amoniak, dll (parameter pencemar) pada limbah organik.
  4. Menjaga kestabilan pH limbah.
  5. Meningkatkan dominasi populasi bakteri probiotik aerob dalam air limbah.

Petunjuk pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Aerob selama beberapa saat.
  2. Lakukan pengaturan nilai pH limbah bak aerasi dengan pH 6,5 – 8 dengan menggunakan H2SO4 atau NaOH/CaCO3.
  3. Tuang Microbac Aerob ke dalam bak aerasi di dekat saluran masuk limbah dari bak sebelumnya dengan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan (1 liter Microbac Aerob bisa menetralisir volume limbah hingga 100 m3 / tergantung jenis limbahnya).
  4. Untuk tahap awal, dosis Microbac Aerob dihitung terhadap volume limbah di bak aerasi dan ditambahkan setiap hari (untuk merefresh bakteri yang sudah melemah dan sudah ikut hanyut ke luar bak aerasi).
  5. Dosis tersebut dipertahankan sampai nilai parameter pencemar limbah sesuai dengan persyaratan pemerintah.
  6. Lakukan penyedotan balik dari bak terakhir ke bak aerasi tersebut untuk mengoptimalkan kinerja bakteri.
  7. Setelah itu, dosis Microbac Aerob dihitung terhadap volume limbah yang masuk setiap hari ke dalam bak aerasi.
  8. Operator tidak perlu menambahkan zat apapun sebagai nutrisi bakteri kecuali jika komposisi kandungan limbah organiknya sangat rendah dibanding limbah anorganiknya.
  9. Aplikasi ini harus menggunakan bantuan alat aerator/blower (minimal kandungan oksigen terlarutnya : 2,5 ppm) karena sifat bakteri ini adalah aerob.
  10. Bila mendapati botol Microbac Aerob yang menggembung maka Microbac Aerob tersebut sudah siap untuk di-aplikasikan tanpa harus dikocok terlebih dahulu.
  11. Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam menurunkan parameter pencemar limbah maka dapat dikombinasikan dengan Microbac Anaerob (bersifat Anaerob) yang ditambahkan pada bak Anaerob.

Manfaat :

  1. Menguraikan koloid organik dari limbah (penyebab kekeruhan pada air tawar) menjadi sedikit endapan yang mudah di-filter.
  2. Menguraikan limbah organik seperti kotoran ikan & sisa pakan ikan yang merupakan media tumbuh bakteri patogen dan jamur yang bisa menyebabkan penyakit pada ikan.
  3. Menguraikan senyawaan beracun (amoniak, sulfida, dll) yang biasa dihasilkan oleh bakteri patogen.
  4. Menekan dan mencegah pertumbuhan lumut akibat banyaknya limbah organik di kolam air tawar.
  5. Menekan jumlah populasi bakteri patogen dan menambah jumlah populasi bakteri probiotik pada pencernaan ikan (jika termakan oleh ikan) sehingga ikan akan menjadi lebih sehat.
  6. Menggantikan fungsi obat antibiotik yang biasa dicampur pada pakan ikan atau yang langsung diberikan ke dalam air.
  7. Menjaga air aquarium/kolam selalu jernih (tidak keruh dan tidak berlumut) dalam kondisi pH netral.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol selama beberapa saat lalu tuangkan langsung ke aquarium/kolam yang telah dilengkapi dengan aerator (atau sistem lain yang dapat mensupply oksigen ke dalam air seperti air mancur, sirkulator, kincir, dll) dengan dosis 1 tutup botol (10 ml) untuk 100 liter air tawar atau dapat juga di-encerkan terlebih dahulu dengan air, kemudian dimasukkan ke kolam air tawar (supaya tidak langsung dimakan ikan).
  2. Dosis dapat ditingkatkan 2-3x lipat untuk aquarium/kolam ikan setiap hari atau sesuai kebutuhan.
  3. Penuangan Microbac Aerob dapat ditambahkan ke aquarium/kolam ikan setiap hari atau sesuai kebutuhan.
  4. Microbac Aerob tidak berbahaya bagi ikan dan manusia serta tidak mencemari lingkungan karena bersifat probiotik (menguntungkan), bahkan jika termakan ikan maka pencernaan ikan tersebut semakin sehat.

Bakteri Anaerob

Manfaat :

  1. Menguraikan bahan organis kompleks (protein, karbohidrat dan lemak) baik padat maupun cair menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan secara biologis.
  2. Menguraikan NH3 dan NO2 pada tinja dan sampah organik lainnya secara anaerob sehingga meminimalisir bau.
  3. Menekan jumlah populasi bakteri patogen (yang merugikan) seperti E.Colli, Salmonella dan lain-lain pada septic tank sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar (terutama bila bercampur dengan sumber air tanah atau sungai).
  4. Menjadikan tinja padat menjadi terurai sehingga septic tank selalu tidak mampet dan tidak penuh.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Harap diperhatikan dosis Microbac yang digunakan karena bila bakteri yang ada terlalu sedikit maka bakteri tidak akan bekerja optimal dalam menguraikan senyawa dari tinja tersebut, apalagi bila sebelumnya pernah diberikan zat kimia yang dapat membunuh bakteri seperti soda api, karbol dan bahan sejenisnya. Dosis minimal yang disarankan adalah 150 ml Microbac Anaerob (15x tutup botol atau sekali tuang kemasan ekonomis 150 ml) untuk ukuran septic tank 4 m3.
  3. Tuangkan Microbac Anaerob tersebut ke dalam setiap closet dengan maksud untuk menghancurkan/menguraikan tinja yang ada di saluran closet dan menghilangkan baunya, lalu siram dengan air hingga merata dan lakukan setiap dua minggu sekali atau satu bulan sekali.
  4. Untuk kasus yang berat (sudah mampet), tuangkan Microbac Anaerob dengan dosis seperti di atas atau lebih pada closet setiap malam menjelang tidur selama 2-3 hari selama penyebab mampetnya bukan berasal dari bahan anorganik seperti plastik, logam dan lain-lain.
  5. Untuk maintenance, tuangkan Microbac Anaerob dengan dosis seperti di atas atau lebih pada setiap closet setiap 1 bulan sekali.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Harap diperhatikan dosis Microbac yang digunakan karena kalau bakteri yang ada terlalu sedikit maka bakteri tidak akan bekerja optimal dalam menguraikan senyawa organik (lemak, sayur, nasi, dll).
  3. Campurkan 150 ml Microbac Anaerob dengan 2 liter air bersih, aduk hingga merata. Kemudian masukkan pada wastafel cucian piring sebelum ditutup (pada malam hari). Lakukan 1-3 hari sekali agar tidak terjadi sumbatan oleh lemak (tergantung banyaknya sampah yang masuk ke wastafel).
  4. Sebaiknya pada sistem pembuangan saluran pipa dihindari dari penggunaan bahan anti bakteri seperti soda api, karbol, lysol, betalaktam, formaldehyde, iodium dan sejenisnya.

Manfaat :

  1. Menguraikan bahan organik kompleks (protein, karbohidrat dan lemak) baik padat maupun cair menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan secara biologis.
  2. Menguraikan NH3 dan NO2 pada kotoran ayam dan sampah organik lainnya secara anaerob.
  3. Mengurangi bau kotoran ayam secara biologis.
  4. Menekan jumlah populasi bakteri patogen (yang merugikan) di kandang ayam.
  5. Mempercepat proses pembentukan kompos dari kotoran ayam dan campuran sampah organik lainnya serta meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan (lebih hitam dan gembur).

Petunjuk pemakaian Bakteri Probiotik Anaerob :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Harap diperhatikan dosis Microbac yang digunakan karena kalau bakteri yang ada terlalu sedikit maka bakteri tidak akan bekerja optimal dalam menguraikan senyawa dari kotoran ayam tersebut dan masih ada bau yang menyengat. Dosis minimal yang disarankan adalah 150 ml Microbac Anaerob dicampur dengan 5 liter air bersih lalu diaduk hingga merata.
  3. Tuangkan campuran tersebut pada sprayer lalu semprotkan hingga merata pada semua permukaan kotoran ayam di kandang tersebut, namun jangan terlalu basah.
  4. Bila kotoran ayam sudah menumpuk maka keesokan harinya dilakukan pembalikan terhadap kotoran ayam tersebut dan lakukan penyemprotan kembali untuk mendapatkan hasil yang optimal.
  5. Lakukan hal-hal tersebut di atas setiap seminggu sekali pada kandang ayam tersebut.
  6. Bila kotoran ayam sudah terlalu menumpuk maka dapat dikumpulkan pada suatu tempat tertentu di luar kandang dan lakukan penyemprotan kembali sambil sesekali diaduk agar merata.
  7. Untuk volume total campuran Microbac dengan air dapat disesuaikan dengan volume kotoran ayam tersebut.
  8. Kotoran ayam yang telah mendapatkan perlakuan tersebut akan menjadi kompos yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman setelah 3-5 hari penyemprotan, tergantung dari volume kotoran ayam. Bahkan kualitas kompos yang dihasilkan sangat bagus mutunya dibandingkan bila didiamkan saja tanpa penambahan Microbac Anaerob karena selain bentuk fisik kompos yang lebih hitam dan gembur juga terkandung bakteri probiotik anaerob yang dapat membantu menguraikan unsur pupuk menjadi unsur hara yang dapat segera diserap oleh tanaman sehingga tanah menjadi jauh lebih subur. Hal ini dapat meningkatkan nilai jual kompos tersebut dipasaran sehingga menjadi nilai tambah pagi peternakan ayam tersebut.

Manfaat :

  1. Memperkaya jumlah populasi bakteri pengurai (probiotik) di permukaan tanah.
  2. Menguraikan bahan kimia pencemar (bila ada) yang ada di permukaan tanah menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan.
  3. Mempercepat penguraian pupuk sehingga cepat diserap oleh tanaman.
  4. Menekan jumlah populasi bakteri patogen (yang merugikan) di permukaan tanah.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Campurkan 1,4 liter Microbac dengan air hingga volume 400 liter dalam suatu wadah (dosis tersebut untuk 1 HA lahan). Untuk tanah yang rusak akibat pencemaran kimia, dosis Microbac dilipatgandakan sebanyak 3-4 kali lipat (4,2 liter – 5,6 liter) dari dosis standar tersebut.
  3. Tuangkan campuran tersebut ke sprayer lalu semprotkan hingga merata pada semua permukaan tanah.
  4. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, lakukan pembalikan tanah setelah 7 hari kemudian dan lakukan penyemprotan kembali dengan dosis seperti di atas.

Manfaat :

  1. Memperkaya jumlah populasi bakteri pengurai (probiotik) di permukaan tanah.
  2. Mempercepat penguraian pupuk kimia (urea / TSP / NPK, dll) sehingga cepat diserap oleh tanaman, membuat daya tahan tanaman terhadap penyakit menjadi lebih baik dan mencegah pemakaian pupuk menjadi mubazir.
  3. Menekan jumlah populasi bakteri patogen (yang merugikan) di permukaan tanah.
  4. Mengefektifkan kinerja pupuk kimia sehingga pemakaian pupuk kimia dapat dihemat secara bertahap.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Campurkan 1 tutup botol (+/- 10 ml) Microbac dengan 5 kg pupuk kimia (urea/TSP/NPK, dll).
  3. Tebar pupuk tersebut pada permukaan tanah seperti biasa.
  4. Lakukan pencampuran Microbac dengan pupuk kimia setiap melakukan pemupukan.

Manfaat :

  1. Menguraikan limbah organik (lemak, protein, karbohidrat, kandungan amoniak dan nitrit, dll) secara biologis menjadi bahan organik sederhana yang tidak mencemari lingkungan.
  2. Menghilangkan bau pada limbah organik secara biologis.
  3. Menurunkan nilai COD, BOD, amoniak, dll (parameter pencemar) pada limbah organik.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Lakukan pengaturan nilai pH limbah sekitar pH : 6,5 – 8 dengan menggunakan H2SO4 atau NaOH/CaCO3.
  3. Campurkan 1000 liter Microbac Anaerob dengan 1000 ton limbah (+/- m3 limbah) pada bak kedua (dosis pencampuran minimal).
  4. Tutup saluran masuk ke bak tersebut dan saluran keluar dari bak tersebut.
  5. Biarkan kondisi tersebut selama 48 jam.
  6. Buka saluran masuk ke bak tersebut secara perlahan-lahan dan buka juga saluran keluarnya bila volume limbah sudah hampir luber.
  7. Lakukan penyedotan balik (dengan bantuan pompa) dari bak terakhir ke bak kedua tersebut untuk efisiensi pemakaian bakteri.
  8. Setelah 1-2 minggu kemudian, tuangkan Microbac setiap hari ke dalam bak kedua untuk me-refresh bakteri yang sudah lemah. Dosisnya adalah 1 liter Microbac 30:40 m3 limbah baru per hari yang masuk ke bak pertama.
  9. Aplikasi ini tidak perlu menggunakan bantuan alat aerator/blower karena sifat bakteri ini adalah anaerobik.
  10. Operator tidak perlu menambahkan zat apapun sebagai nutrisi bakteri kecuali jika komposisi kandungan limbah organiknya sangat rendah dibanding limbah anorganiknya.
  11. Bila mendapati botol Microbac Anaerob yang menggembung maka Microbac Anaerob tersebut sudah siap untuk diaplikasikan tanpa harus dikocok terlebih dahulu.
  12. Untuk limbah sawit yang telah dinetralisir dengan bakteri, dapat digunakan untuk menyiram kebun dan membantu pembentukan kompos dari sampah padat (karena sudah mengandung bakteri probiotik anaerob).

Manfaat :

  1. Mempercepat waktu pembuatan kompos.
  2. Meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan.
  3. Memperkaya kandungan bakteri pengurai (probiotik) di dalam kompos sehingga mempercepat proses penguraian pupuk dan cepat diserap oleh tanaman.
  4. Menekan jumlah populasi bakteri patogen (yang merugikan) yang terkandung di dalam sampah organik.
  5. Meminimalisir bau sampah organik.
  6. Mengefektifkan kinerja pupuk kimia (bila nantinya dioplos dengan pupuk kimia) sehingga pemakaian pupuk kimia dapat dihemat secara bertahap.

Petunjuk Pemakaian :

  1. Kocok terlebih dahulu botol Microbac Anaerob selama beberapa saat.
  2. Tuangkan campuran 1 tutup botol (+/- 10 ml) Microbac dan 100 ml air ke dalam 10 kg sampah organik (dengan cara disemprot) lalu dieramkan dalam kondisi anaerobik.
  3. Setelah 2-3 hari atau setengah waktu dari waktu perkiraan panen kompos, lakukan pembalikan sampah organik dan semprotkan kembali setengah dosis campuran di atas.
  4. Untuk lebih mempercepat waktu panen kompos, dapat diulangi lagi penyemprotan campuran tersebut di atas sampai beberapa kali sambil dibalik-balik sampahnya.
  5. Sebaiknya sampah organik tersebut dihancurkan terlebih dahulu sebelum dieramkan dan ditirskan airnya untuk mempercepat pengomposan.

Mengapa Microbac Efektif?

  • Bakteri Mirobac adalah kombinasi bakteri aktif siap pakai (tak perlu aktifasi)
  • Menekan populasi bakteri potogen (bakteri jahat) dalam kolam limbah
  • Cepat dalam menghilangkan bau pada limbah
  • Menurunkan kandungan Amonia, COD dan BOD, serta phospat limbah
  • Menjaga dan menstabilkan pH air limbah
  • Aman untuk manusia dan lingkungan karena terbuat dari 100% bahan bahan organik
Jenis Bakteri Pengurai

Mana Yang Anda Butuhkan?

BAKTERI AEROB

Rp 90.000,-

MENGURAIKAN LIMBAH ORGANIK

MENGHILANGKAN BAU PADA LIMBAH

MENURUNKAN KADAR COD DAN BOD PADA LIMBAH

MENJAGA KESTABILAN pH LIMBAH

MENINGKATKAN POPULASI BAKTERI PROBIOTIK AEROB DALAM AIR LIMBAH

 

BAKTERI ANAEROB

Rp 90.000,-

MENGURAIKAN BAHAN ORGANIS KOMPLEKS (PROTEIN, KARBOHIDRAT DAN LEMAK)

MENGURAIKAN NH3 DAN NO2 PADA TINJA DAN SAMPAH ORGANIK LAINNYA

MENEKAN JUMLAH POPULASI BAKTERI PATOGEN (YANG MERUGIKAN) SEPERTI E.COLLI, SALMONELLA DLL

 

BAKTERI AMONIA

Rp 90.000,-

MENGHILANGKAN BAU PADA LIMBAH

SOLUSI UNTUK LIMBAH YANG MEMILIKI KADAR AMONIA TINGGI

MENURUNKAN KADAR COD, BOD

TREWIN DIGITAL 

Copyright 2020 Trewin Digital

Jenis Bakteri Pengurai